Puisi Renungan 3

Terintimidasi
(Untaian Kata By : Wokane)
**Prolog**
“Setiap kita Selalu mengalami hambatan
dalam hidup yang akan menempa
diri menjadi lebih baik”
Tak pernah memaksa untuk benar
Tak pernah menghindar dari salah yg ditempel pada diri
Karena aku tak punya cukup waktu untuk mengomentarinya
Sampai kejenuhan datang pada diri mereka yg selalu benar
Kau ngakak melompat- melompat girang
Dan aku dalam dilema
Kau begitu puas hati
Sampai kau tak sadari ada hati yang terluka
Siang milik mu dan malam milik ku
Tak ada sinar sebab bintang pun enggan menghias cakrawala
Dan aku bagai malam yang suram
Kata-kata seakan tak punya arti
Sebab risau ku lebih menyiksa
Tawa ejekan mu terus menggaung memekakkan telinga
Membuat ku lumpuh total
Selalu aku harapkan keajaiban
Dimana semua yang terjadi hanya mimpi buruk
Agar aku bisa tersadar dan terbangun yang membuat segalanya sirna
Tapi ini kenyataan pahit yang harus aku telan bersama air liur
Aku kehilangan etika
Kemunafikan melingkari jiwa
Dan aku tidak bisa mengembalikan raga yang sudah terlanjur hancur
Aku tertatih mencari jalan
Dan dari sudut kau mengintai mengintimidasi
Aku dan waktu punya salah yang mufakat
**Kalimat Simpul**
“Baik buruk yang terjadi, sesungguhnya itulah
Gerak takdir yang harus diperankan”

Comments

Popular posts from this blog

Puisi Renungan 4

Puisi Renungan 6

Puisi Cinta 1